Celoteh Nagari : Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola usaha nagari yang sehat, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Nagari Batu Taba pada 18 Mei 2026 itu bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang evaluasi bersama untuk melihat sejauh mana BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba mampu bertahan, berkembang, sekaligus menjawab harapan masyarakat.
Di tengah
tantangan ekonomi nagari yang semakin kompleks, Musna Khusus Pertanggungjawaban
Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba juga memperlihatkan adanya kesadaran
kolektif bahwa pengelolaan keuangan harus dilakukan secara terbuka dan
profesional. Kehadiran unsur pemerintah nagari, Bamus, pendamping desa,
pengurus BUMNag, pengawas, hingga perwakilan masyarakat menunjukkan bahwa masa
depan BUMNag tidak bisa dibebankan kepada segelintir orang saja.
Lebih
jauh, Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba
menjadi titik refleksi bahwa membangun ekonomi nagari bukan hanya tentang
keuntungan usaha, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik. Sebab, ketika
transparansi mulai diperkuat dan partisipasi masyarakat semakin terbuka, maka
BUMNag memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi
bersama.
────────────
🌿 ────────────
Musna Khusus
Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba
Musyawarah
Nagari Khusus atau Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan
Nagari Batu Taba berlangsung dengan penuh perhatian dan semangat evaluatif.
Forum ini dipimpin langsung oleh Ketua Bamus Nagari Batu Taba, Bapak Gusti
Kamal, M.Pd, yang menekankan pentingnya pembenahan tata kelola keuangan agar
BUMNag tidak kembali mengalami tekanan defisit pada masa mendatang.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis nagari. Hadir dalam kesempatan
itu Kasi PMN Kecamatan Ampek Angkek, Ibu Nina Suhernita, yang mewakili Camat
Ampek Angkek. Selain itu, hadir pula Wali Nagari Batu Taba, Bapak Rahmat
Hidayat, S.H bersama perangkat nagari, TPP Ampek Angkek, pengurus dan pengawas
BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba, serta perwakilan masyarakat dari berbagai
jorong di Nagari Batu Taba.
Musna ini
menjadi ruang terbuka untuk membedah kondisi riil keuangan BUMNag. Berbagai
persoalan dibahas secara terbuka, mulai dari tantangan pengembangan usaha,
keterbatasan modal, efektivitas unit usaha, hingga perlunya penyempurnaan
laporan keuangan agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Dalam
suasana yang dialogis, peserta musyawarah tidak hanya menyampaikan kritik,
tetapi juga menawarkan berbagai solusi. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat
masih memiliki harapan besar terhadap keberlanjutan BUMNag Sukatan Nagari Batu
Taba sebagai motor penggerak ekonomi nagari.
────────────
🌿 ────────────
Transparansi Keuangan Jadi Sorotan Utama BUMNag Sukatan
Dalam
sambutannya, Kasi PMN Kecamatan Ampek Angkek, Ibu Nina Suhernita, menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag
Sukatan Nagari Batu Taba. Menurutnya, forum seperti ini sangat penting untuk
menjaga akuntabilitas pengelolaan usaha nagari.
Ia
berharap BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba dapat terus menjalankan usahanya
dengan baik serta memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan. Sebab,
keberhasilan sebuah BUMNag tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi
juga dari kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.
Transparansi keuangan menjadi isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam musyawarah
tersebut. Masyarakat mulai menyadari bahwa laporan keuangan yang jelas dan
terbuka akan menjadi dasar penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap
BUMNag.
Karena
itu, forum Musna menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pelaporan
keuangan yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan dapat diakses masyarakat.
Dengan demikian, pengawasan sosial terhadap BUMNag juga akan semakin kuat.
────────────
🌿 ────────────
Evaluasi Kondisi Keuangan
BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba
Ketua
Bamus Nagari Batu Taba, Bapak Gusti Kamal, M.Pd, yang memimpin jalannya
musyawarah menyoroti berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam pengelolaan keuangan
BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera
dibenahi agar BUMNag mampu bangkit dan berkembang lebih baik ke depan.
Ia
menegaskan bahwa pembahasan kondisi keuangan tidak boleh dipandang sebagai
upaya mencari kesalahan pihak tertentu. Sebaliknya, evaluasi tersebut harus
dijadikan pijakan untuk memperkuat tata kelola usaha nagari secara lebih
profesional.
Selain
itu, ia juga mengingatkan bahwa BUMNag merupakan aset bersama masyarakat
nagari. Oleh sebab itu, seluruh unsur harus ikut menjaga dan mendukung
keberlangsungan usaha yang sedang dijalankan.
Dalam
forum itu, berbagai masukan mengemuka, terutama terkait perlunya peningkatan
kapasitas pengurus dalam memahami manajemen usaha dan administrasi keuangan.
Sebab, tanpa pengelolaan yang baik, usaha yang dijalankan akan sulit berkembang
secara berkelanjutan.
────────────
🌿 ────────────
Wali Nagari Batu Taba Apresiasi Pengurus BUMNag
Wali
Nagari Batu Taba, Bapak Rahmat Hidayat, S.H, dalam sambutannya memberikan
apresiasi kepada pengurus BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba yang tetap
menjalankan usaha di tengah berbagai kendala yang dihadapi.
Menurutnya,
mengelola BUMNag bukanlah pekerjaan mudah. Selain menghadapi tantangan ekonomi,
pengurus juga harus menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan usaha tetap
berjalan.
Ia
menilai bahwa semangat pengurus untuk terus bertahan patut dihargai. Namun
demikian, ia juga mengingatkan bahwa perbaikan tata kelola harus menjadi
prioritas utama agar BUMNag mampu tumbuh lebih sehat.
Wali
Nagari Batu Taba juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari,
Bamus, pengawas, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan BUMNag. Tanpa
dukungan bersama, usaha nagari akan sulit berkembang maksimal.
Lebih
jauh, ia berharap Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan
Nagari Batu Taba dapat menjadi titik awal pembenahan yang lebih serius dan
berkelanjutan.
────────────
🌿 ────────────
Penajaman Laporan Keuangan
Jadi Kebutuhan Mendesak
TPP Ampek
Angkek, Indra Nofiardi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya
penajaman laporan keuangan BUMNag agar lebih mudah dipahami oleh pengurus
maupun masyarakat.
Menurutnya,
laporan keuangan yang terlalu rumit sering kali membuat masyarakat kesulitan
memahami kondisi riil usaha yang dijalankan. Akibatnya, muncul berbagai
persepsi yang kadang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Karena
itu, ia mendorong agar laporan keuangan disusun secara sederhana namun tetap
memenuhi prinsip akuntabilitas. Dengan laporan yang jelas, masyarakat akan
lebih mudah mengetahui perkembangan usaha BUMNag.
Selain
itu, laporan yang baik juga akan membantu pengurus dalam mengambil keputusan
usaha secara lebih tepat. Sebab, data keuangan yang jelas merupakan dasar
penting dalam menentukan arah pengembangan usaha.
Penajaman
laporan keuangan juga penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap
BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan
mengetahui kondisi usaha secara terbuka, maka dukungan sosial terhadap BUMNag
akan semakin besar.
────────────
🌿 ────────────
Pengembangan UMKM dan Petani Milenial Jadi Harapan
Baru
Ketua
Badan Pengawas BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba, Ibu Sofia Murni, M.Pd,
menyampaikan perlunya pengembangan usaha dengan memperluas keterlibatan UMKM
yang ada di Nagari Batu Taba.
Menurutnya,
BUMNag tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua unit usaha saja.
Sebaliknya, BUMNag harus mampu menjadi wadah penggerak ekonomi masyarakat
secara lebih luas.
Ia
menilai bahwa pengembangan unit usaha petani milenial merupakan langkah
strategis yang perlu terus diperkuat. Program tersebut dinilai mampu mendukung
keberadaan kios pupuk yang sudah berjalan di bawah pengelolaan BUMNag.
Selain
itu, keterlibatan UMKM juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat
nagari. Ketika BUMNag mampu menjadi penghubung pasar, penyedia modal, maupun
fasilitator usaha masyarakat, maka dampak ekonominya akan semakin terasa.
Gagasan
tersebut mendapat respons positif dari peserta musyawarah. Banyak masyarakat
berharap agar BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba mampu menjadi rumah bersama bagi
tumbuhnya usaha kecil masyarakat nagari.
Baca Juga
: 7 Kesalahan Pengelolaan BUMDes yang Sering Terjadi
────────────
🌿 ────────────
Harapan Masyarakat terhadap
Masa Depan BUMNag Sukatan
Berbagai
masukan yang muncul dalam Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag
Sukatan Nagari Batu Taba memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap
keberlangsungan BUMNag.
Masyarakat
menyadari bahwa keberadaan BUMNag sangat penting dalam memperkuat ekonomi
lokal. Karena itu, mereka berharap berbagai kekurangan yang terjadi saat ini
dapat segera diperbaiki.
Selain
menuntut transparansi, masyarakat juga berharap BUMNag mampu menghadirkan unit
usaha yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, manfaat
ekonomi yang dirasakan akan semakin nyata.
Harapan
besar juga muncul agar generasi muda mulai dilibatkan dalam pengembangan usaha
nagari. Sebab, anak muda memiliki kreativitas dan semangat inovasi yang dapat
membantu BUMNag berkembang lebih modern dan adaptif.
Di sisi
lain, masyarakat juga berharap pemerintah nagari terus memberikan dukungan
pembinaan dan pengawasan agar BUMNag tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai
tantangan usaha.
────────────
🌿 ────────────
BUMNag Harus Bergerak dari Evaluasi ke Pembenahan
Musna
Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba pada
akhirnya tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk
bergerak menuju pembenahan nyata.
Ke depan,
penguatan tata kelola keuangan harus menjadi prioritas utama. Selain itu,
pengembangan unit usaha yang berbasis kebutuhan masyarakat juga perlu
dipercepat agar BUMNag memiliki sumber pendapatan yang lebih kuat.
BUMNag
juga perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam bidang
administrasi, manajemen usaha, dan pemasaran. Tanpa peningkatan kapasitas
pengelola, usaha yang dijalankan akan sulit berkembang secara kompetitif.
Di banyak
daerah, keberhasilan BUMNag maupun BUMDes lahir dari keberanian melakukan
inovasi dan membangun kolaborasi dengan masyarakat. Karena itu, Nagari Batu
Taba memiliki peluang besar untuk tumbuh apabila seluruh unsur bergerak
bersama.
Momentum
Musna ini setidaknya menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli dan ingin
melihat BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba berkembang lebih baik di masa
mendatang.
────────────
🌿 ────────────
Solusi Nyata untuk
Penguatan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba
Ada
beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan pasca Musna Khusus
Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba.
Pertama,
penguatan sistem laporan keuangan berbasis digital sederhana agar seluruh
transaksi lebih tertata dan mudah dipantau. Langkah ini sudah banyak diterapkan
pada BUMDes maju di berbagai daerah dan terbukti membantu transparansi usaha.
Kedua,
membangun unit usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, pupuk,
perdagangan hasil tani, dan pengembangan UMKM nagari. Pendekatan ini lebih
realistis karena sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Batu Taba.
Ketiga,
memperkuat keterlibatan generasi muda melalui program petani milenial,
pemasaran digital, hingga pengembangan produk lokal. Anak muda dapat menjadi
energi baru dalam pengembangan BUMNag yang lebih kreatif dan modern.
Keempat,
melakukan evaluasi berkala secara terbuka bersama masyarakat agar pengawasan
sosial tetap berjalan. Transparansi yang konsisten akan memperkuat kepercayaan
masyarakat terhadap BUMNag.
Pada
akhirnya, Musna Khusus Pertanggungjawaban Keuangan BUMNag Sukatan Nagari Batu
Taba bukan sekadar membahas angka-angka keuangan. Lebih dari itu, forum ini
menjadi pengingat bahwa membangun ekonomi nagari membutuhkan kejujuran,
kolaborasi, dan keberanian untuk terus berbenah.
Ketika
masyarakat, pemerintah nagari, pengurus, dan pengawas mampu berjalan bersama,
maka BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba memiliki peluang besar untuk bangkit
menjadi penggerak ekonomi nagari yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Mari
dukung BUMNag Sukatan Nagari Batu Taba agar semakin maju melalui partisipasi
aktif masyarakat, penguatan UMKM lokal, dan pengawasan bersama demi ekonomi
nagari yang lebih mandiri dan sejahtera.
📖 Baca Juga
